KISAH SESORANG DI ARAFAH MENDAPAT CATATAN AMAL TAK BERHENTI


 Diriwayatkan oleh Imam Abdurrahman as-Shafuriy dalam kitab Nuzhatul Majalis jilid 1 haman 24: "Bahwa keturunan Imam Ali Bin Abi Thalib Radhiyallahu anhu bila bertemu atau melihat non muslim, mereka membaca:

ﺍﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ ﺍﻟﺬﻱ ﻓﻀﻠﻨﻲ ﻋﻠﻴﻚ ﺑﺎﻹﺳﻼﻡ ﺩﻳﻨﺎ، ﻭﺑﺎﻟﻘﺮﺁﻥ ﻛﺘﺎﺑﺎ، ﻭﺑﻤﺤﻤﺪ ﻧﺒﻴﺎً، ﻭﺑﻌﻠﻲ ﺇﻣﺎﻣﺎ، ﻭﺑﺎﻟﻤﺆﻣﻨﻴﻦ ﺇﺧﻮﺍﻧﺎ، ﻭﺑﺎﻟﻜﻌﺒﺔ ﻗﺒﻠﺔ .

Alhamdulillahil ladzi Faddhalani Alaika Bil Islam Dina, Wabil Qur’ani Kitaba, wabi Muhammadin Nabiyya, Wa Bi Aliyyin Imama, Wabil Mu’minina Ikhwana, Wabil Ka’bati Qiblata.

Artinya: Segala Puji bagi Allah yang telah memberikan diriku keutamaan ata dirimy dengan memeluk Islam sebagai agama, al-Qur’an sebagai kitab pedoman, Muhammad Rasululllah sebagai Nabi, Sayiduna Ali sebagai pemimpin, Orang mu’min sebagai saudara dan ka’bah sebagai qiblat .

Imam Abdurrahman as-Shafuriy rahimahullah mengatakan:

ﻣﻦ ﻗﺎﻝ ﺫﻟﻚ ﻟﻢ ﻳﺠﻤﻊ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﻴﻨﻪ ﻭﺑﻴﻦ ﺍﻟﻨﺎﺭ ﺃﺑﺪﺍً

Artinya: “ Siapa saja yang membaca kalimat tersebut ketika melihat orang kafir, maka dirinya tidak akan Allah kumpulkan bersama orang kafir di hari kiamat selamanya .”

Syekh Abdurrahman as-Shafuriy rahimahullah meyebutkan kisah orang shalih yang pada satu kesempatan berada di bukit Arafah dan ia berkata:

ﺍﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ ﻋﻠﻰ ﻧﻌﻤﺔ ﺍﻹﺳﻼﻡ ﻭﻛﻔﻰ ﺑﻬﺎ ﻣﻦ ﻧﻌﻤﺔ

Alhamdulillahi Ala Ni’matil Islam Wa Kafa Biha Min Ni’mah

Artinya: Segala puji bagi Allah atas ni’mat Islm, cukup dengannya sebuah ni’mat besar .”

Dengan izin Allah Taala, orang shalih tersebut pada tahun berikutnya berada kembali di bukit Arafah, ia ingin lagi-lagi mengucapkan kalimat yang pernah ia sebut di tempat itu. Lantas saja terdengar Hatif (suara gaib):

ﻣﻬﻼً ﻳﺎ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﺣﺘﻰ ﺗﻔﺮﻍ ﻣﻦ ﺛﻮﺍﺑﻬﺎ ﺑﺎﻟﻌﺎﻡ ﺍﻟﻤﺎﺿﻲ

Artinya: “ Wahai hamba Allah, jangan tergesa-gesa, tunggu sampai kami selesai mencatat pahala bacaan tahun lalu .”

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "KISAH SESORANG DI ARAFAH MENDAPAT CATATAN AMAL TAK BERHENTI"

Post a Comment